Cincin Perkawinan Obama dari Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2009 | 10:04 WIB WASHINGTON, KOMPAS.com —

Setidaknya ada salah satu pertanda bahwa Presiden AS Barack Obama tidak melupakan Indonesia, tempat ia tinggal semasa kecil. Cincin perkawinan Obama dipesan khusus dari Indonesia. Informasi ini terungkap dalam artikel menarik di majalah New York Times berjudul “First Marriage”. Salah satu temanya adalah mengungkap tentang pernak-pernik kehidupan perkawinan Obama. Salah satunya, saat Obama menunjukkan cincin pernikahannya beberapa saat sebelum Pendeta Jeremiah A Wright Jr menikahkannya dengan Michelle pada 3 Oktober 1992 di Gereja Kristus Trinity United. Terlihat dari foto-foto yang dipublikasikan media, cincin itu jelas begitu menarik. Cincin itu dirancang bukan dengan desain polos, melainkan bertumpuk-tumpuk dengan berbagai macam desain.

Iklan

KETIKA MATA SEORANG PRESIDEN AMERIKA MELIRIK PANTAT

Insiden menggelikan ini terjadi ketika sesi pemotretan di Italia pada momen pertemuan G8. Ada komentar?
Obama Melirik Pantat

Obama Melirik Pantat Seksi

HASIL TERAKHIR QUICKCOUNT LENGKAP PILPRESS 2009 PUKUL 21.00

MEGA
PRABOWO


SBY
BOEDIONO


JK
WIRANTO


SUARA MASUK


LINGKARAN SURVEI INDONESIA (TV ONE)


27,36%


60,15%


12,49%


99,85%


LIPUTAN6 (SCTV)


27,49%


60,20%


12,31%


99,90%


TRANS CORP. &

LEMBAGA SURVEI INDONESIA (TRANS DAN TRANS 7)


26,56%


60,85%


12,59%


100%


PUSKAPTIS (GLOBAL TV)


?


?


?


98,30%


QUICK COUNT METRO TV


26,32%


58,51%


15,18%


97,50%


RCTI & LP3ES (RCTI)


27,83%


60,34%


11,83%


98,75%


KPU


29,67%


60,72%


9,62%


?


PRESIDEN INDONESIA 2009 – 2014 Versi TRANS CORP – LEMBAGA SURVEY INDONESIA

Versi TRANS CORP – LEMBAGA SURVEY INDONESIA

Versi TRANS CORP – LEMBAGA SURVEY INDONESIA

MEGA
PRABOWO

SBY

BOEDIONO

JK

WIRANTO

26,49%

60,87%

12,64%


SUARA MASUK : 97,37%

Inilah Kronologi Pengungkapan Pembunuhan Nasrudin

Secara pribadi, penulis tidak menyetujui copycat sebuah karya tulis namun demi membela sebuah kebenaran, dengan perasaan penuh malu penulis melakukan perbuatan hina ini. Namun begitu,  tidak ada maksud apapun apalagi untuk mengeruk keuntungan maka penulis menyebarkan berita dari KOMPAS.COM tentang kronologi penangkapan Antasari Azhar.

Hanya kegusaran dan kegelisahan karena melihat betapa kotornya negeri ini yang mendorong penulis menyebarkan kronologis penangkapan AA. Silahkan mendownload dan renungkankronologi-pengungkapan-pembunuhan-nasrudin. Betapapun juga, kita harus menghormati hukum yang sedang berlangsung. Penulis tidak mencoba membela AA namun tetap penulis berharap semua ini tidak benar. Semua ini adalah jebakan orang-orang bodoh yang haus harta dan dunia. Semoga hukum bisa menguak kebenaran yang hakiki. Semoga bukan Antasari pelaku sebenarnya.

Dari kronologis yang dimuat KOMPAS.com, sebenarnya nampak sekali pembunuhan ini diatur untuk menjebak Antasari. Maaf, ini pendapat pribadi penulis. Anda mungkin punya pendapat lain?

Yah, dengan berat hati saya harus katakan, hukum harus tetap ditegakan seandainya pak Antasari yang salah sekalipun!!

DOWNLOAD-kronologi-pengungkapan-pembunuhan-nasrudin

KOMPAS ; “Wah! Hidayat Calon Kuat Pendamping SBY

Kamis, 30 April 2009 | 15:16 WIB

Laporan wartawan KOMPAS.com
Oleh : Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Nama anggota Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid, menjadi sosok yang dinilai paling pantas mendampingi capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Setidaknya, hal ini didapat dari telepolling (survei melalui telepon) yang dilakukan LP3ES pada 28-29 April kemarin terhadap 1.118 responden yang tersebar di lima kota besar.

Inilah hasil survey yang diberitakan Kompas. Pasangan SBY dan HNW adalah pasangan terkuata saat ini. Meski harus diakui bahwa resisten terhadap HNW sangat kuat terutama dari golongan masyarakat non muslim dan muslim liberal karena selama ini PKS dan HNW dikenal sebagai Islam konservatif atau fundamental. Berbagai macam alasan dikemukakan untuk menolak HNW salah satunya adalah ketakutan diterapkannya prinsip-prinsip syariah dalam membuat kebijakan-kebijakan publik. Dari sini dapat dilihat bahwa Islam phobi masih kuat. Bahwa telah beredar isu-isu yang secara langsung menyudutkan HNW.

Presiden-Wakil Presiden 2009 (prediksi)

Presiden-Wakil Presiden 2009 (prediksi)

Presiden-Wakil Presiden 2009 (prediksi)Yah, inilah politik. Kalau tidak bisa mengalahkan lawan dengan cara elegan. Cara yang busuk pun dipilih. Namun begitu, pamor HNW sebagai negarawan yang kalem selama menjadi Ketua MPR, harus diakui menanjakan pamornya. Masyarakat menengah ke atas dan terdidik memang peka dengan isu-isu Islam konservatif dan fundamental (ekstrem) tapi masyarakat menengah ke bawah tidak. Inilah peluang yang disasar oleh SBY. Bisakah SBY dan HNW menang? Bisa saja berhasil jika SBY dan HNW mampu meraih kepercayaan rakyat Indonesia bahwa pasangan ini berdiri di atas semua golongan.

Jangan lupa ikutin polling di web ini. Siapa presiden pilihan Anda?Presiden-Wakil Presiden 2009 (prediksi)***

HIDAYAT NUR WAHID, CAWAPRESS PENDAMPING SBY

Pemilu 2009

Pemilu 2009

Suhu politik di Indonesia memanas. Semua elit politik mulai gerah karena tenggang waktu untuk persiapan Pemilu Capres&Cawapress semakin sempit. Kalkulasi politik terus berjalan namun belum ditemukan rumus yang pasti untuk memenangkan Pilpress 2009.

Presiden-Wakil Presiden 2009 (prediksi)

PASANGAN 2009

Presiden-Wakil Presiden 2009 (prediksi)PDIP kendati sudah memastikan Megawati maju sebagai Capres namun sulit menentukan Cawapresnya. Putri Bung Karno ini didekati berbagai kalangan. Ibarat pacaran, banyak yang naksir tapi yang ditaksir malah lieur (bingung). PDIP (Megawati) nampak sangat berhati-hati. Ia tidak ingin kalah untuk kesekian kalinya oleh mantan anak buahnya (SBY). Kekalahan di Pilpress 2004 adalah kekalahan yang memalukan bagi PDIP. Bagaimana tidak, prosentase perolehan suara Demokrat di Pemilu Legislatif 2004 yang hanya 7,45% jelas-jelas jauh di bawah Golkar (21,58%) dan PDIP (18,53%). Namun pada saat Pilpress 2004 lah Demokrat dan koalisinya unjuk gigi mengalahkan koalisi partai-partai besar membalikan  tesis pemenang Pemilu Legislatif akan menang juga di Pilpress berikutnya. Baca lebih lanjut