5 KESALAHAN TERBESAR PEBISNIS AMATIR

Setiap orang ingin uang banyak. Bisnis adalah jalan terbaik untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dengan waktu relatif singkat. Bandingkan kalau kita memulai karier menjadi Pegawa Negeri Sipil (PNS). Jika menjadi PNS, berapa tahun bisa meraih posisi yang tajir? Belum lagi harus sikut sana-sini, sekolah, dan menjilat atasan?
Menjadi pebisnis boleh dikata batas penghasilan atasnya adalah langit dan batas bawahnya adalah kerak bumi. Tergantung usahanya. Kalau sukses, dalam hitungan setahun atau tiga tahun pun bisa menjadi kaya. Tapi resikonya juga tidak bisa diabaikan. Rugi menjadi hal biasa dalam bisnis bukan hal menakutkan. Yang terpenting adalah strategi mengatasi kerugian itulah yang penting. Jadi, pebisnis adalah sosok yang cerdas. Cerdas mengambil keputusan dan membuat strategi. Siapkah anda menjadi pebisnis?
Menjadi pebisnis kemudian memang menjadi pilihan menarik. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah bagaimana memulainya? Di bawah ini adalah kesalahan-kesalahan yang lazimnya dilakukan oleh orang yang ingin memulai bisnis :
1. Mencari trend bisnis.
Pertanyaan ini paling sering dimunculkan. Bisnis apa yang sedang trend? Pertanyaan ini tidak salah. Tapi tidak cerdas. Mengikuti trend bisnis hanya biasa dilakukan oleh pedagang musiman. Kalau sedang musim A, semua orang jualan A. Misalnya musim valentine, semua orang jualan bunga, kartu ucapan, dan kado. Tahun baru, orang jualan terompet. Idul Fitri jualan baju. Idul Adha jualan kambing. Kalau semua trend diikuti, bisnis mana yang akan dikuasai dan ditekuni?
Jika kita ingin menjadi pebisnis sejati, lupakan trend bisnis. Mengikuti trend bisnis lebih banyak ruginya daripada untungnya. Ketika trend bisnis muncul, yang terjadi adalah persaingan banting harga karena terlaku banyak kompetitor dan stok barang yang beredar dipasaran. Sulit meraih untung besar.
Sebagai pebisnis pemula, tentu seseorang belum mengenal dunia bisnis secara baik sehingga menerjuni bisnis di tengah trend bisnis tertentu sama seperti pemain bulu tangkis amatir melawan yang pro. Semut lawan gajah. Gimana mau menang?
Ketika memulai menerjuni bisnis, pertanyaan yang paling cerdas adalah bisnis apa yang paling disukai. Mulailah bisnis ini dari sesuatu yang selama ini sudah menjadi kegemaran kita. Jika tidak, pilihlah bidang bisnis yang memungkinkan kita mempelajari seluk beluknya dalam waktu singkat. Jangan sekali-kali menerjuni bisnis yang bidangnya tidak kita kenal sama sekali.
Jika terpaksa harus mengikuti trend bisnis, pastikan bahwa kita akan menekuninya apa pun yang terjadi dan perhitungkan umur trendnya. Ada yang pendek juga yang panjang. Waktunya juga harus diperhitungkan. Jangan-jangan trendnya sudah lama sehingga begitu kita menerjuni bisnis ini kita kebagian ekornya. Artinya, trednya mulai meredup justru ketika kita memulainya. Ini sering terjadi pada bisnis ikan hias dan agrobisnis. Pelajari bisnis anda baik-baik sebelum menekuninya.
2. Mengandalkan untung besar.
Tidak ada yang salah mengharap untung besar. Yang salah adalah ketika untung besar menjadi satu-satunya tujuan bisnis kita. Untung besar selalu identik dengan resiko yang besar pula. Jadi, kalau mau untung besar ya harus siap dengan kemungkinan rugi besar.
Sebagai pebisnis pemula, yang harus dijadikan tujuan utama seharusnya adalah menjaga eksistensi dan komitmen bisnis. Inilah yang akan menjadi senjata utama menghadapi terpaan badai bisnis yang sering tidak ramah. Untung besar harus diperlakukan sebagai bonus. Artinya, mendapatkannya diawal menjalankan bisnis adalah keberuntungan, sementara gagal mendapatkannya juga bukan kebodohan.
Sebagai pebisnis pemula, kemampuan menjalankan bisnis secara kontinyu dan menjaganya tetap berlangsung lama adalah prestasi yang luar biasa. Jika ini sudah tercapai, percayalah, datangnya keuntungan hanya soal waktu. Kalau bukan untung besar, setidaknya keuntungan keci tetapi kontinyu pasti bisa di dapat.
3. Meniru produk yang laris.
Meniru adalah pekerjaan yang mudah tetapi dalam bisnis, meniru produk adalah pekerjaan tidak terhormat, terhina, dan sangat bodoh. Keberhasilan sebuah poduk justru dimulai dari inovasinya. Bukan tiruannya. Perhatikan perusahaan besar yang sukses. Tidak ada satupun yang besar karena meniru. Siapa sangka segelas teh manis biasa bisa dijual? Bertahun-tahun sudah teh botol Sosro membuktikannya. Juga tak pernah terpikir sedikit pun menjual air putih dalam kemasan. Semua bisa memasak air putih, kan? Tetapi kenapa hanya Aqua yang berani pertama kali menjualnya. Jawabnya adalah keberanian berinovasi.
Inovasi adalah nyawa dari bisnis anda. Matinya inovasi mengantarkan redupnya sebuah bisnis. Dan menjadi peniru produk hanya mendudukan bisnis kita di level bawah selamanya. Jadi, sudah beranikah kita berinovasi?
4. Mengandalkan modal besar.
Pebisnis pemula selalu berpikir bahwa modal adalah segala-galanya. Tidak salah tetapi juga jauh dari cerdas. Hehehe…. Lagi-lagi tidak cerdas. Yah, betul. Berbisnis hanya bisa dilakukan oleh yang mau cerdas saja. Yang maunya biasa saja, minggir….
Modal memang penting tetapi modal bukan hal menentukan. Dalam bisnis, hal terpenting adalah kepercayaan dan komitmen. Berapapun modal yang dibutuhkan, jika setiap pihak sudah merasa percaya dengan kita, tidak usahlah mengejar-ngejar modal sampai ke luar negeri, semua yang berduit pasti berebut meminjamkan modalnya. Sebaliknya kalau rusak kepercayaan kita, sekecil apapun modal yang kita minta, jangan harap diluluskan.
Karena pebisnis amatir beresiko mengalami kerugian, maka gunakanlah modal kecil atau secukupnya sehingga ketika terjadi kegagalan bisnis, kerugiannya tidak terlalu besar.
5. Mengharapkan belas kasihan.
Seorang pebisnis pantang menerima belas kasihan. Yah, walau pun berbisnis dengan teman atau saudara sendiri, pastikan bahwa mereka membeli produk kita bukan karena kasihan tapi karena percaya dan suka kualitasnya. Kenapa? Karena setiap pembeli adalah iklan yang paling manjur. Jika ia puas, pasti ia ceritakan orang-orang sekitarnya dan ujung-ujungnya pelanggan meningkat.
Coba bayangkan jika yang membeli karena kasihan. Maukah ia membeli untuk kedua kalinya? Sangat besar kemungkinannya ia tidak mau. Judulnya aja kasihan, bukan suka.
Semoga saran-saran ini berguna bagi anda yang ingin memulai bisnis. Jangan pernah takut mencoba dan mengambil keputusan. Semua harus dimulai dari bawah. Sukses!!

(Oleh Zazuli Miftachul Hanief. Ditulis untuk http://www.toindonesia.wordpress.com, email : toindonesia@yahoo.com)

4 Tanggapan

  1. bagus bener uraiannya
    memang langkah-langkah seperti yang disebut diatas seringkali sangat menggiurkan

    • nah.. kel, tulsan bisa ditambahin lagi dengan saran “JANGAN MUDAH TERGODA’ hehehehe…..

  2. Garis besarnya adl originalitas ide dan KECERDASAN😉 hehehe yang terakhir ini, tingkatannya perlu diasah terus.
    Tapi kalo boleh menambahi, kesalahan berikutnya adl terkadang pebisnis pemula: untung belum besar sudah diambili untungnya. Bukannya disiapkan utk expand bisnisnya

    salam, EKA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: