HIDAYAT NUR WAHID, CAWAPRESS PENDAMPING SBY

Pemilu 2009

Pemilu 2009

Suhu politik di Indonesia memanas. Semua elit politik mulai gerah karena tenggang waktu untuk persiapan Pemilu Capres&Cawapress semakin sempit. Kalkulasi politik terus berjalan namun belum ditemukan rumus yang pasti untuk memenangkan Pilpress 2009.

Presiden-Wakil Presiden 2009 (prediksi)

PASANGAN 2009

Presiden-Wakil Presiden 2009 (prediksi)PDIP kendati sudah memastikan Megawati maju sebagai Capres namun sulit menentukan Cawapresnya. Putri Bung Karno ini didekati berbagai kalangan. Ibarat pacaran, banyak yang naksir tapi yang ditaksir malah lieur (bingung). PDIP (Megawati) nampak sangat berhati-hati. Ia tidak ingin kalah untuk kesekian kalinya oleh mantan anak buahnya (SBY). Kekalahan di Pilpress 2004 adalah kekalahan yang memalukan bagi PDIP. Bagaimana tidak, prosentase perolehan suara Demokrat di Pemilu Legislatif 2004 yang hanya 7,45% jelas-jelas jauh di bawah Golkar (21,58%) dan PDIP (18,53%). Namun pada saat Pilpress 2004 lah Demokrat dan koalisinya unjuk gigi mengalahkan koalisi partai-partai besar membalikan  tesis pemenang Pemilu Legislatif akan menang juga di Pilpress berikutnya.

Sementara itu, Golkar yang dikenal sebagai partai matang mesin, SDM, dan duitnya, ternyata terombang-ambing menentukan arah politik menghadapi Pilpres nanti. Ibarat penumpang kereta, Golkar memang ketinggalan kereta. Di saat yang lain sudah nyaman duduk di kursi gerbong pilihan masing-masing, Golkar masih berputar-putar memilih gerbong yang akan dinaiki. Demokrat jelas-jelas emoh berkoalisi dengan Golkar. PDIP juga emoh kalau didudukan di Cawapres. Sementara itu, partai-partai papan tengah (perolehan 2 – 6 %) masing-masing sudah menentukan koalisi dan pilihan dukungannya. Nah, ke partai mana Golkar akan berlabuh? Akankah Golkar dengan gagah berani merangkul partai-partai gurem? Wallahu’alam…..

Hasil Rapinsus partai Demokrat beberapa hari lalu sudah memutuskan SBY naik lagi. Sementara itu ditempat lain yang hanya berjarak beberapa kilometer, PKS juga mengadakan rapat internal dengan jajaran elitnya. Seperti irama musik orkestra yang dimainkan secara canon (bersahut-sahutan) dan harmonis, PD dan PKS bagai musisi dengan keahlian alat musik masing-masing. Yang satu biola, yang lain flute. Indah. PD menyelesaikan rapatnya dengan hasil SBY naik lagi di Capress 2009. Dalam hitungan jam PKS juga menyelesaikan musyawarahnya dan memutuskan Hidayat Nur Wahid Cawapress yang akan diusulkan oleh PKS ke SBY dalam amplop tertutup.

Menurut penulis, SBY dan PD akan memilih Hidayat Nur Wahid (HW) dan PKS. Artinya, Pilpress 2009 mendatang akan muncul pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Hidaya Nur Wahid. Penulis memprediksi pasangan ini akan mengalahkan pasangan dari blok manapun secara telak pada putaran pertama. Berarti perolehannya akan mencapai 50% lebih. Mengapa? Harus diakui, suka atau tidak suka, pemerintahan SBY berhasil secara efektif dalam 5 tahun lalu. Kepuasan rakyat ini tercermin dari Pemilu legislatif yang mendorong perolehan PD 20% lebih. Perolehan suara PD harus diakui 100% disebabkan oleh figur SBY yang menjabat masih menjabat sebagai Presiden RI. Maka, tak sulit bagi rakyat untuk menentukan pilihan pada Pilpress 2009 mendatang karena yang dilihat ya itu-itu lagi. Memang, teorinya, menang Pemilu legislatif belum tentu menang Pilpress namun kali ini akan berbeda.

Ada sejumlah alasan mengapa SBY dan PD memilih PKS dan HWnya :

1. PKS konsisten mendukung pemerintahan SBY. Betapapun PKS kritis terhadap kebijakan pemerintah, namun selama ini PKS telah melakukannya secara santun dan cermat. Tidak ngawur dan asal kritik.

2. PKS tidak haus kekuasaan. Sebagai teman koalisi yang konsisten, perangai PKS sangat disukai SBY. Tidak pernah ngomongin jabatan yang ingin diraih. Kalau pun ada saran, lagi-lagi disampaikan dengan cara yang santun dan terkesan tidak meminta-minta. Berbeda dengan Golkar yang sering meributkan kursi Menteri dengan alasan sebagai Pemenang pemilu 2004, padahal waktu SBY-JK maju sebagai Pilpress, Golkar malah ada di belakang PDI-P.

3. PKS bersih. SBY tidak ingin pemerintahannya dikitari oleh politisi-politisi busuk haus uang. PKS selama ini dikenal jauh dari lingkaran korupasi. Ini jelas menguntungkan pamor pemerintah SBY.

4. PKS mulai diterima oleh masyarakat luas. Ini dibuktikan dengan perolehan suara yang naik secara signifikan. Sama seperti PD.

5.  PKS bekerja nyata. Yah, hanya PKS yang selama ini bekerja nyata turun membantu rakyat-rakyat miskin. SBY membutuhkan kekuatan ini karena PD tidak memilikinya. Dengan memilih Hidayat Nur Wahid sebagai Cawapresnya, secara otomatis SBY sebagai presiden akan terbantu program-programnya karena kader-kader PKS akan bekerja tanpa pamrih dan ujung-ujungnya menaikan lagi pamor PD dan pemerintah di bawah SBY-HW.

Indonesia akan memilih lagi pada Pilpres 2009 nanti dan prediksi penulis ini lah pemenang :

Presiden-Wakil Presiden 2009 (prediksi)

Presiden-Wakil Presiden 2009 (prediksi)

2 Tanggapan

  1. Wakil presiden HW merupakan pilihan tepat mengingat bangsa ini membutuhkan figur pemimpin yg kuat dan bersih..SBY figur kekuatan karena mantan militer dan HW mrpkan figur bersih karena PKS adalah partai yg bersih..

  2. Saya Tidak setuju SBY Gandeng Hidayat Lebig Baik pak Hidayat Maju sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: