RYAN – JAGAL MANUSIA -, MASIH SEMPAT BIKIN LAGU DAN MENGELUARKAN ALBUM

Hari ini Kompas.com memberitakan tentang release album dari Ryan yang saat ini dipenjara karena menjagal beberapa manusia. Nggak tanggung-tanggung, album tersebut dipersembahkan untuk pacarnya (tidak disebutkan dengan jelas, siapa pacarnya. Mungkinkah Novel? atau ada yang lain?) dan ibunya. (Berita selengkapnya Klik DISINI)

Sebuah album musik!! Wah, gimana caranya tuh dipenjara tapi nerbitin album musik? Dan punya dari mana dia telenta musiknya? Siapakah gerangan sponsornya? Depkumham?

Inilah potret ajaib hukum di Indonesia. Orang dipenjara saja bisa memproduksi album musik. Kapan rekamannya? Wajar kan kalau masyarakat mencurigai aparat penegak hukum ada main mata dengan orang yang ditahan?

Dalam pernyataannya di Kompas, sang Jagal Ryan mempersembahkan album musik tersebut untuk Ibundanya, pacarnya, dan masyarakat. Woowww….. Sudah belasan manusia dia jagal sebagai persembahan untuk kepuasaan pribadinya, sekarang dia mempersembahkan album musik untuk masyarakat? Mempersembahkan sesuatu pasti dasarnya dari hati. Setelah menjagal belasan orang, sekarang dia mempersembahkan sesuatu untuk masyarakat? Ah….. semakin sulit memahami karakater manusia. Di satu sisi kekejamannya melebihi binatang, di sisi lain ada saja cara untuk menunjukan nuraninya.

Inikah contoh manusia munafik? Memiliki dua sisi. Kekejaman dan kebaikan. Atau sekedar kebaikan sekedar bungkus saja untuk memoles kekejaman. Atau mungkin kekejamannya adalah hal yang tak terhindarkan yang tak mampu dilawan oleh kebaikannya? Entahlah!!

$$$$————

 

2 Tanggapan

  1. ya namanya juga manusia, sekejam-kejamnya manusia pasti hati nuraninya memberontak terhadap kesalahan yang ia lakukan, namun sayang nafsu dan emosi telah membungkus nuraninya, sehingga pada saat terbentur masalah barulah nurani tersebut mampu terlepas dari bungkusan nafsu.

    oleh sebab itu, mari kita yang masih mampu menguasai nafsu angkara murka terus mengasah nurani kita agar terlatih untuk mampu melawan hawa nafsu dan emosi.

    BUat mas yang nulis artikel, keren artikelnya.

  2. memang harus dicaritahu bos, bagaimana ia bisa memproduksi lagu itu?

    Tapi menurut saya, wajar saja seseorang dapat mengubah hidupnya, walau itu 160 derjat. Dan apalagi ini, yang menurut saya lebih berperan adalah proses kreatif. Karena tidak sedikit musisi yang melahirkan karya hebatnya di dalam hotel prodeo itu. Tapi, yang jelas kasus ini sangat berbeda, karena si ‘riyan’ rekamannya?

    wah kurang jelas saya beritanya, karena ga ngikutin. Tapi ntar saya lihat di kompas.com aja, benar ga? Pi kalau bisa dimasukin aja link kesananya bos.

    makasih, lam kenal

    romi
    http://roumink.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: