KRD Bandung – Cicalengka Suatu Pagi Bersama Siswa-siswaku

Peta Ka                    

Peta Ka

Jam 8.40 pagi ini, seharusnya penulis harus mengajar musik di kelas 5. Tiba-tiba saja seorang rekan meminta penulis untuk ikut serta dalam rombongan outbond anak-anak kelas 3. “Kita ke Cicalengka, pak Zaz!” ujar rekan itu. 

Hmmm, tawaran yang menarik. Seketika itu penulis langsung meninggalkan laptop yg sedang online, bergegas menuju barisan anak-anak di depan kantor guru. Usut punya usut, ternyata outbond kali ini adalah mengenalkan siswa  SD Hikmah Teladan –  Cimahi pada moda transportasi roda besi atau kereta api.

Yes! Penulis bersorak dalam hati. Ini saatnya aku naik kereta api lagi. Sudah lama penulis ingin menyempatkan waktu untuk jalan-jalan dengan kereta api KRD jurusan Bandung – Cicalengka namun waktu tak kunjung luang. Inilah saatnya!

Rame-rame Ke Stasiun Bandung

Rame-rame Ke Stasiun Bandung

Dengan mendampingi 11 siswa kelas 3, berangkatlah kami menuju stasiun Bandung. Saking gembiranya, mobil pengantar riuh dengan canda siswa-siswa kelas 3. Satu sama lain saling mengejek tetapi tetap sambil tertawa-tawa. Tak kurang penulis pun kena ejekan dan mau tak mau terlibat dalam becandaan mereka.

Nyampe di Stasiun Bandung

Nyampe di Stasiun Bandung

Akhirnya kami tiba di Stasiun Bandung. Kami disambut oleh seorang petugas PT KAI. Masuk ke lingkungan stasiun anak-anak dijelasin tentang pernak-pernik kereta api dan relnya. Dengan tekun mereka menyimak kenapa rel harus dibaut erat dan apa resikonya jika baut rel lepas.

Mengamati Rel Kerata Api

Mengamati Rel Kerata Api

Tanpa segan mereka juga bertanya dengan memotong penyampaian petugas. Apa saja ditanyakan seperti, “kenapa rel kereta api dari besi?”

Hehehehe… kebayang ga kalau dari kayu?

Pukul 09.15 kereta KRD jurusan Bandung – Cicalengka datang. Anak-anak-bersorak.

Naik Kereta

Naik Kereta

Bergegas mereka naik ke gerbong yang telah disiapkan khusus untuk kegiatan outbond ini. Tak lama  kemudian masinis membunyikan sirine kereta tanda mau berangkat. Dan jus-jus-jus….. kereta pun berangkat. Anak-anak pun bersorak.

Melihat Pemandangan

Melihat Pemandangan

Bermacam-macam tingkah laku mulai muncul. Kebanyakan asyik menikmati pemandangan dari jendela sambil mengunyah makanan kecil dan menunjuk-nunjuk hal menarik.

Dan entah datang dari mana, muncul ide menyanyikan beberapa lagu yang salah satunya adalah  Laskar Pelangi. Riuh….. karna mereka bernyanyi dengan gaya artis dipanggung. Pak Petugas dari PT KAI hanya tersenyum-senyum saja. Beliau kemudian menyodorkan megaphonenya untuk dijadikan microphone dan lagu-lagu pop masa kini pun mengalun dari mulut anak-anak dengan iringan deru mesin diesel kereta api.

Suasana di Kereta

Suasana di Kereta

Beberapa anak mondar-mondir seolah mengecek keadaan kereta yang, maaf, memang sudah tidak terlalu bagus. Mungkin karena usia kereta yang sudah tua. Tapi itu sama sekali tidak mengurangi kegembiraan anak-anak yang mungkin belum tentu sebulan sekali naik kereta kelas ekonomi.

Diujung depan adalah ruang masinis. Rasa penasaran anak-anak muncul. Mereka menunjuk-nunjuk ruang masinis ke penulis untuk meminta ijin memasukinya. Penulis hanya menggeleng-geleng kepala tanda tidak mengijinkan. Takut menganggu kerja Pak Masinis yang bertanggungjawab mengendalikan kereta.

Bersama Masinis

Bersama Masinis

Namun, tiba-tiba pintu terbuka seolah memberi kesempatan anak-anak untuk melihat ruang kemudi KRD, sekali lagi mereka menoleh ke penulis dan mengatakan “Pak Masinis yang membuka pintu”. Setelah itu, sekonyong-konyong mereka masuk ruang masinis yang sempit. Bertanya ini itu ke Pas Masinis dan berteriak-teriak kalau kereta mau belok, siap berpegangan tangan!

Pukul 10.30 kereta kembali ke stasiun Bandung. Kami pun turun. Seorang anak mendekati penulis dan langsung berkata, “Pak, aku nanti mau jadi masinis!”

“Oya?”

“Iya, enak. Gajinya gede!”

“Gede? Emang berapa?”

“Satujuta!!”

“?!!#@!!!!”

__________________________

Bandung, 10 November 2008 – Zazuli (Guru Musik di SD Hikmah Teladan – Cimahi)

 

2 Tanggapan

  1. DENGAN METODE PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL INI MENURUT SAYA SANGAT BAIK KARENA ANAK LANGSUNG MENGALAMI SENDIRI, YAKNI DIKAITKAN DENGAN MATERI ” ALAT TRANSPORTASI” SALAH SATUNYA DENGAN NAIK KERETA API. DIMANA ANAK BERIKTERAKSI LANGSUNG DENGAN TRNSPORTASI ITU SENDIRI. DAN MENURUT SAYA HAL INI BISA DIKEMBANGKAN OLEH SEKOLAH SEKOLAH LAIN.

  2. Hohoho…Cerita yang cukup menarik…
    Mang boleh ya masuk ke ruang masinis? Caranya gimana?
    Salam kenal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: