SIAPKAN DIRI ANDA DI DUNIA KERJA

Jaman sekarang, punya ijasah saja tidak cukup untuk mencari kerja. Pintar saja tidak membantu. Nilai besar juga tidak berarti apa-apa. Banyak kan yang nilai ijasahnya gede-gede tapi ternyata gak bisa apa-apa. Makanya, perusahaan-perusahaan sekarang melakukan seleksi ketat dengan cara yang unik sesuai karakater perusahaan tersebut.
Untuk memenangkan persaingan memperebutkan kesempatan kerja, kita harus berpikir layaknya seorang komandan yang sedang memimpin pertempuran. Bayangkan jika mencari kerja adalah bertempur memperebutkan wilayah, maka hal-hal di bawah inilah yang perlu dilakukan :
1. Lakukan spionase.
Untuk memenangkan pertempuran, data intelijen sangat vital perannya. Data ini menentukan kemenangan. Data yang salah membawa kekalahan. Semua data intelijen hanya bisa didapat melalui kegiatan spionase (pengamatan) yang intens. Jadi, mulailah melakukan pengamatan. Caranya mudah. Amatilah iklan-iklan lowongan kerja di koran seperti Kompas sabtu dan minggu. Dari iklah-iklan ini kita bisa mengetahui, apa saja yang menjadi syarat umum dunia kerja. Biasanya IPK min 3,0 (skala 4), b. Inggris, pengalaman kerja, dan lain-lain.
Jangan lupa, temukan syarat khas dari setiap iklan lowongan kerja. Setiap institusi (terutama yang bonafid) mencantumkan syarat ini misalnya memahami daerah, sistem kerja, teknologi, budaya, dan bahasa tertentu yang digunakan, dan lain-lain.

2. Ukur kemampuan diri.
Percaya diri baik. Tapi kalau over, itu namanya takabur. Menganggap diri hebat lebih dari kenyataan. Ini banyak terjadi. Ingat, tidak akan ada yang protes kalau anda menganggap diri anda terlalu hebat dari semestinya. Jadi, tanggung sendiri akibatnya.
Ukur kemampuan diri, terutama apa saja KEKURANGAN yang ada seperti kemampuan bahasa, komunikasi, ketrampilan komputer, wawasan, dan lain-lain. Jika sudah ketemu, maka persiapkan langkah-langkah taktis untuk menutup kekurangan ini. Bisa melalui kursus atau belajar otodidak.
Temukan juga apa KELEBIHAN dirimu. Ini ibarat seorang komandan menghitung seberapa banyak logistik yang harus dipersiapkan untuk suatu pertempuran. Kelebihan ini juga harus bisa kita optimalkan dan menjadi bahan penting untuk menarget jenis pekerjaan yang kita tuju sehingga lamaran kerja benar-benar tepat sasaran.
3. Latih diri.
Persiapkan diri dengan latihan-latihan tertentu seperti LATIHAN MENGHADAPI WAWANCARA. Pelajari hal-hal apa saja yang lazim ditanyakan dan apa harus dikuasai. Dalam sebuah wawancara hal yang lazim ditanyakan adalah ceritakan secara singkat dan jelas tentang diri anda, sebutkan alasan mengapa anda pantas mendapatkan pekerjaan ini, apa rencana anda jika mendapat jabatan atau pekerjaan ini, dan apakah anda punya pertanyaan untuk kami (pewawancara)?.
Carilah soal-soal latihan seperti psikotes, tes kemampuan akademik, wawasan, toefl, dan lain-lain. Latihlah soal-soal ini secara intens. Memang soal-soal ini kemungkinan kecil keluar di tes tertulis, tetapi setidaknya kita memiliki kesiapan dan penguasaan medan pertempuran lebih baik.
4. Persiapan administrasi.
Jangan pernah tanggung menyiapkan hal-hal yang sifatnya adminstratif. Foto cetaklah sebanyak yang kita mampu. Jangan hanya mencetak pas mengajukan lamaran saja. Belilah map yang satu paket, jangan beli satu-dua. Selain karna lebih murah, ini harus menjadi stok sehingga tidak perlu mencari-cari lagi. Juga kertas folio bergaris. Belilah yang banyak satu pak.
Buatlah daftar riwayat hidup dengan mengetik di komputer atau tulis tangan. Jangan menggunakan formulir daftar riwayat hidup yang banyak dijual ditoko-toko. Carilah contoh-contoh cara membuat daftar riwayat hidup. Jenisnya beragam. Pilihlah yang sesuai dengan kepribadian kita atau yang sesuai dengan karakter institusi. Jika itu intitusi formal, buatlah lamaran dengan gaya formal. Begitu juga sebaliknya. Jadi, pahami juga karakter institusi yang menjadi target.
Seperti tes pns. Surat-surat yang biasanya dibutuhkan seperti Kartu Kuning (kartu pencari kerja), Kelakukuan, dan ijasah legalisir. Persiapan jauh-jauh hari sebelumnya. Tes Pns biasanya setelah bulan Juni. Kalau perlu persiapkan beberapa bulan sebelum musim tes pns.
5. Memilih target.
Setiap minggu, lowongan kerja bermunculan. Bejibun. Jadi, siapa bilang lowongan kerja di Indonesia langka? Cuma, kita mesti bisa memilih mana yang cocok dengan kemampuan kita. Yang gak kalah penting, cermati syarat-syarat yang diinginkan. Ada syarat yang masuk akal, ada juga yang tidak. Contoh syarat yang tidak masuk akal biasanya menawarkan kemudahan seperti manjadi manager tapi syaratnya pengalaman tidak diutamakan. Atau juga tidak mencantumkan nama perusahaan tapi menggunakan alamat PO BOX. Yang seperti ini biasanya fiktif. Kenapa? Karna ada orang yang kerjaannya hanya ngumpulin CV untuk satu keperluan bisnis tertentu misalnya untuk mendirikan perusahaan fiktif, ikut tender, atau memalsukan identitas pajak.
Lakukan cek and ricek terhadap institusi yang menjadi target lamaran. Terutama jika anda sudah terpanggil untuk proses seleksi berikutnya. Cari informasi dari buku telpon, teman, suratkabar, atau internet. karna tidak semua perusahaan termasuk jenis yang bonafid atau yang bisa dipertanggungjawabkan keberadaan dan produknya. Jangan mudah tergiur dengan gaji tinggi. Lihat kemamuan diri. Jika ditawari gaji tinggi tapi sadar kemampuan anda pas-pasan, bisa jadi ada udang dibalik batu dari perusahaan tersebut apalgi jika anda disuruh membayar dengan sejumlah uang meskin hanya 1000 rupiah.
6. Banyak bertanya dan membaca.
Banyak-banyak membaca dan bertanya tentang dunia kerja yang sesuai dengan kemampuan kita. Ikuti perkembangan yang paling akhir. Jangan hanya berdiam diri menunggu panggilan karna ini juga penting untuk mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu harus mengikuti tes berikutnya. Pihak perusahaan bisa membedakan mana orang yang sehari-hari berdiam diri, mana orang yang aktif.
Jadi, sambil mencari dan menunggu panggilan kerja, lakukan hal-hal yang bermanfaat serta bisa meningkatkan kemampuan/skill seperti berlatih komputer, bahasa inggris, melatih soal-soal psikotes, atau membuat proyek-proyek usaha kecil. Ini penting untuk menghilangkan kejenuhan dan menyehatkan jiwa. Seperti tentara, meski tidak ada pertempuran, latihan rutin tetap diperlukan.
(original writing by Zazuli-zazuli@sasando.com)

Satu Tanggapan

  1. Yang paling sering dipanggil kalau anda punya nilai lebih seperti sertifikasi, training, seminar.
    alternatif lain sering sering mampir ke blog blog orang top di bidangnya. Buka komunikasi, ujung ujungnya minta ijin untuk bergabung…gak papa kok…Biasanya mereka sudah ngerti kok kalo kita ada maunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: