RAZIA LAPTOP, ISU, HOAX, DAN ISENG JUGA NILAI MORAL SEORANG BLOGGER

Awalnya, penulis mendengar dari seorang teman yang menceritakan adanya razia laptop yang menggunakan program bajakan di bandara-bandara. Bahkan lebih dari itu juga diceritakan kalau razia ini akan meluas ke tempat-tempat umum seperti hotspot public, terminal, pelabuhan hingga kantor-kantor. Wah….

Bukannya sombong. Penulis yang kebetulan kuliah hukum seketika itu mendebat berita dari teman tersebut karena menurut ‘radar hukum’ penulis juga secara logika hukum hal tersebut sangat tidak akal. Melakukan razia ‘software bajakan’ di tempat umum tidak sesederhana itu, apalagi di bandara dan pelabuhan di mana tempat-tempat ini sangat padat dan rawan keamanan. Membutuhkan dasar hukum yang kuat dan tidak bisa sekedar didasarkan itikad baik menegakan hukum Haki, kecuali memang ada alasan politis bisnis yang bermain dibelakangnya. Lebih-lebih jika sampai menggeledah isi harddisk segala. Ingat, penggeledahan apapun alasannya harus disertai surat penggeledahan dari pengadilan negeri setempat dan alasan penggeledahan adalah harus adanya bukti awal yang cukup. Artinya, pihak berwenang sudah harus memililiki bukti yang menunjukan adanya indikasi dilakukannya tindak pidana tertentu. Lha, dibandara indikasi adanya program bajakan dari mana? Ini Kekacauan logika yang pertama.

Kekacauan logika yang kedua adalah bagaimana mungkin pihak bandara jadi ikut-ikutan menegakan haki melalui razia? Apa urusannya? Bahkan jika diminta oleh polisi dan dirjen haki sekalipun! Kenapa? karena kepentingan Haki adalah kepentingan ekonomi dan bisnis. Kepentingan segelintir orang kaya dan perusahaan besar. Tidak ada alasan untuk melakukan razia seperti itu.

Razia hanya mungkin untuk mencari penjahat atau kriminal seperti teroris, perampok, koruptor, dan pemerkosa. Itu pun tidak dilakukan secara terbuka.

So, berita razia ini memang bohong dan hanya meresahkan. Hari ini (29 Juni 2008), di halaman dalam (lupa halaman berapa) koran KOMPAS memberitakan ketidakbenaran ini dengan cara mengkonfirmasi pihak-pihak berwenang seperti pengelola bandara.

Menurut Kompas juga, berita ini muncul dari sebuah blog. Memprihatinkan. Blog yang seharusnya menjadi media ekspresi  kejujuran ternyata dimanfaatkan oleh mereka yang iseng dan menikmati penderitaan orang yang panik, resah, dan hidup dalam kekacauan. Komunitas blog memang tidak bisa memberi sangsi kepada tukang iseng tapi penulis yakin semua sepakat bahwa isi tulisan diblog harus jujur dan bernilai tanggujawab. Jika tidak, jangan salahkan jika pemerintah ngotot mengundangkan UU Informasi dan Transaksi Elektronik untuk menertibkan perilaku hitam di dunia cyber. Informasi diawasi. Pelaku blog diintai. Dan image buruk dunia blog bermunculan. Kalau sudah begini, siapa yang dirugikan? **

Satu Tanggapan

  1. Pantes Blog belum dianggap sebagai media informasi
    Menkominfo khan pernah bilang
    *juga jangan kutip saya bang:mrgreen: *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: