PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KEUANGAN PRIBADI

Di jaman serba krisis begini, kita mesti bisa mengatur keuangan. Jika tidak, wah… bisa-bisa sengsara kita. Memang sih, yang penghasilannya puluhan juta gak ngaruh-ngaruh amat. Mau BBM naik, mau rupiah jeblok. Tetap aja enjoy. Paling-paling penghasilannya turun dikit.

Tetapi sebanyak apapun kalau nggak bisa memanage keuangan pribadi alias penggunaannya ngawur, percaya deh, yang namanya si bangkrut cepat atau lambat pasti menghampiri. Cerita kayak gini kan udah banyak. Kaya sekarang, miskin bulan depan. (pengalaman pribadi kaleeee…..)

Kalau tidak bangkrut, minimal akan kelihatan konyol di depan orang banyak. Mentang-mentang lagi banyak rejeki, apapun yang di depan mata dibeli. Padahal, setelah dibeli, dipake juga nggak. Dipandangi aja di kamar sambil senyam-senyum sendiri kayak ki gendheng eh, orang gendheng. Setelah itu, 2 atau 3 hari mulai bosan. Barang tergeletak atau dilego murah. Ini banyak terjadi untuk barang-barang jenis handphone. Dulu, ada kasus petani cengkeh yang kaya tiba-tiba karena harga cengkeh naik. Dia beli kulkas paling bagus dan mahal padahal di kampungnya kagak ada listrik. Lebih konyol lagi dia tidak tau kalau kulkas untuk mendinginkan makanan atau minuman. Walhasil, tuh kulkas jadi lemari baju!! Gubrak!!MORE..

11 Tanggapan

  1. mohon ijin untuk copy file buat tugas

  2. ok. silahkan aja…..

  3. aku juga mau copy artikel ini….
    boleh ya…..
    coz bwt tugas juga…artikelnya bagus seh….

  4. thank berat artikelnya ane copy artikelnya buat kultum

  5. boleh juga tipsnya..emang untuk menjadi pintar dengan uang anda, kita harus menanam prinsip bahwa uang yang kita dapatkan bukan untuk di hambur-hamburkan melainkan digunakan dengan bijak..kalau mau tips-tips atau kiat agar kita bisa mengatur keuangan pribadi silahkan kunjungi..
    http://gunturbm.blogspot.com..sukses selalu

  6. artikelnya bagus banget gan…
    artikel kayak gini yang ane cari… soalnya tiap bulan defisit je.padahal income naik…lucu banget kan?

  7. trima kasih sekali ya!! sangat membantu dalam pengembangan dana pribadi saya.. mohon doanya agar prinsip2nya dpt sy gunakan dengan benar. GBU

  8. ijin d copi y bro….
    buat pribadi!!!
    thanks y!

  9. […] Caranya, buatlah kualifikasi kebutuhan menjadi : DIBUTUHKAN (artinya, 100% persen barang ini mempengaruhi hidup kita. Jadi, jika gak ada barang ini, matilah kita atau matilah bisnis kita. Biasanya yang kayak gini barang-barang yang sifatnya produktif seperti kamera, handycame, handphone, komputer, dan lain-lain, berikutnya adalah kualifikasi SEKEDAR DIBUTUHKAN (artinya, 50% barang ini mempengaruhi hidup kita. Jadi adanya memudahkan pekerjaan. Tidak adanya masih bisa diakali dengan cara lain. Misalnya kita sudah punya dua hp. Tapi merasa perlu satu hp lagi untuk memudahkan akses internet. Nah, jika dana terbatas, kita bisa memutuskan untuk menunda beli hp dan akses internet memaksakan diri jalan kaki menuju warnet). DIINGINKAN (artinya, 0 persen kebutuhan ini tidak mempengaruhi hidup kita. Tapi jangan salah, kebutuhan yang diinginkan inilah yang paling mempengaruhi hidup kita. Biasanya, kebutuhan jenis ini adalah kebutuhan atas barang-barang kesukaan untuk hobi sehingga memilikinya adalah nafsu. Namanya juga nafsu. Sulit sekali harus dikendalikan. Tap ya itu. Harus bisa. Pelajaran moral ketiga, gunakan akal, bukan nafsu. Kalau pun mau memuaskan nafsu, tetap pertimbangkan memuaskan nafsu dengan akal). https://toindonesia.wordpress.com/2008/06/24/prinsip-prinsip-manajemen-keuangan-pribadi/ […]

  10. artikel yg bagus gan… izin repost ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: