JIKA PENEGAK HUKUM MENGENCINGI SIMBOL PENEGAKAN HUKUM

Harian Pikiran Rakyat, 29 April 2008 memberitakan penangkapan seorang pewira Polisi yaitu Kapolsekta Bogor Utara AKP ER (inisial). ER tertangkap tangan ketika menggunakan sabu-sabunya di kantor yang notabene adalah kantor Polsek Bogor Utara.. Sekarang tersangka ditahan di Ditnarkoba Polda Jabar. Jika ER divonis lebih dari 3 bulan maka dia akan dipecat dari dinas Kepolisian.
Wah, salut untuk Polda Jabar. Terus tindak tegas polisi-polisi kotor. Kita nggak butuh polisi-polisi yang justru merusak hukum. Seharusnya tidak perlu menunggu vonis 3 bulan untuk memecat polisi yang tertangkap tangan menggunakan obat terlarang. Apalagi pelakunya level perwira. Namanya juga tertangkap tangan. Berarti lengkap kan mulai dari tersangka dan barang bukti sudah tersedia. Susah memang kalau peraturan mengijinkan pemecatan jika ada vonis lebih dari 3 bulan. Tetapi inilah negeri kita. Level atas biasanya lebih terlindung dari pada mereka-mereka di level bawah. Kalau level bawah bersalah rasanya mudah saja memecat. Tapi kalau level atas paling-paling juga dimutasi atau diturunin pangkat.

Penulis menilai kesalahan AKP ER tidak sekedar kesalahan dalam perspektif hukum namun lebih dari itu juga kesalahan terhadap norma, nama baik korps, dan kode etik kepolisian (emang punya kode etik ya kepolisian kita?). Bayangkan (sudah membayangkan?). AKP EF menikmati obat terlarang di kantornya sendiri yaitu Kapolsekta Bogor Utara. Fuiihhh…. Kantor polisi adalah bangunan yang tidak saja merupakan tempat bekerja bagi polisi, lebih dari itu Kantor Polisi adalah simbol suci penegakan hukum. Eh, petugasnya malah melanggar hukum di situ. Ini kan sama saja dengan mengencingi koprs Kepolisian dan simbol penegakan hukum kita?

Penulis sebagai rakyat yang membayar pajak, di mana pajak ini digunakan untuk membiyai segala keperluan penegakan hukum mulai dari bayar listrik, bikin bangunan, sampai ngegaji polisi, sangat-sangat tersinggung!! Bagaimana mungkin seorang penegak hukum mentah-mentah ‘mengencingi’ simbol penegakan hukum?

Penulis yakin ini bukan satu-satunya kasus yang ada. Narkoba memang sudah menyerang ke semua lini masyarakat kita. Bagaimana Pak Sutanto, sudah menyiapkan gebrakan baru?**

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: