PENJUALAN KOMPUTER DI BANDUNG NAIK, ADA APA?

Kamis 24 April, Republika Online (www.republika.co.id) melalui reporter Reni Susanti melaporkan bahwa penjualan komputer di Bandung naik tajam. Sayang tidak dijelaskan dalam angka berapa prosen dari biasanya. Hanya disebutkan dua digit. Ada yang tahu apa yang dimaksud dua digit?
Bandung sebagai mana kota besar lainnya, telah tumbuh menjadi kota multi kultur dan potensi. Posisi geografis yang dekat dengan Jakarta serta fasilitas tol Cipularang memungkinkan Bandung berkembang cepat mengikuti dinamika sosial maupun ekonomi. Lantas, faktor apa yang menjadi pendongkrak laju penjualan komputer?

Secara kuantiti, perguruan tinggi, akademi, maupun lembaga pendidikan tinggi lainnya belum sebanyak Jogja. Para penggiat lembaga inilah yang selama ini paling banyak mengkonsumsi komputer dan pernak-pernik lainnya. Artinya, seharusnya penjualan komputer di Jogja bisa lebih tinggi dibandingkan Bandung.
Dalam berita di Republika Online, distributor komputer mengindikasikan naiknya tinggkat penjualan ini sebagai tanda melek teknologi. Penulis meragukan hal itu. Tidak mudah untuk menarik kesimpulan bahwa masyarakat Bandung telah melek teknologi. Pengalaman penulis selama ini mahasiswa yang notabene komunitas terdidik dan paling dekat aksesnya untuk memanfaatkan teknologi komputer masih mengalami gagap teknologi (komputer). Mereka sering kelimpungan ketika komputer yang mereka hadapi sedikit bertingkah dan sering tidak bisa berbuat banyak saat berhadapan dengan pernak-pernik internet. Hal sepele seperti menginstall program juga masih begitu asing.
Dugaan penulis tentang naiknya penjualan komputer ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
1. Tingginya faktor kebutuhan komputer, terutama untuk siswa-siswa sekolah dari SD hingga SMA. Ini didorong oleh keberadaan pelajaran komputer yang mulai marak di sekolah bahkan beberapa kali diadakan lomba komputer baik tingkat SD, SMP, SMA.
2. Munculnya kesadaran dari para orangtua atau keluarga akan pentingnya kemampuan berkomputer sebagai ketrampilan dasar anak-anak masa kini. Kemampuan ini menjadi bekal penting pergaulan dan bahkan bekal mutlak dalam melamar pekerjaan.
3. Mengganti komputer lama dengan yang baru. Saat ini, komputer dengan teknologi setingkat Pentium 4 sudah mulai masuk usia senja padahal umurnya belum lebih dari dua hingga lima tahun. Kata Dual Core telah menjadi acuan masyarakat kita ketika berbicara tentang komputer sehingga Pentium 4 tak lagi layak-layak dipakai.
4. Maraknya titik gairah (hotspot) di Bandung yang dipelopori oleh provider Melsa. Bandung dikenal oleh kalangan ‘manusia laptop’ (orang yang setiap hari tidak bisa lepas dari laptop) sebagai surga hotspot. Melimpahnya hotspot di Bandung memaksa orang-orang yang selama ini berkutat dengan PC dirumah dan harus mondar-mandir ke warnet untuk mendapat akses internet memaksakan dirinya untuk memiliki laptop dan berlama-lama mengakses internet dari berbagai sudut hotspot kota Bandung. Apalagi harga laptop yang semakin turun dan semakin turun.
Dari faktor-faktor di atas dapat diduga naiknya penjualan komputer tidak selalu karena akse beli oleh masyarakat yang tidak punya komputer melainkan faktor terbesar adalah mereka yang selama ini telah memiliki komputer merasa perlu meningkatkan performa aktifitas berkomputer.**

2 Tanggapan

  1. Saya rasa tidak perlu menaikkan harga komputer hanya dengan alasan pendidikan komputer meningkat tajam karna di jakarta sendiri harga komputer menurun seiring turunnya nilai tukar rupiah thdp dollar, saya rasa pihak penjual komputer hanya ingin megeruk keuntungan setinggi-tingginya padahal seharusnya dengan berkembangnya pendidikan komputer malah seharusnya di dukung dengan harga yang murah jangan malah menghambat pendidikan dengan menaikkan harga yang gak wajar.

    IT SUPPORT TEAM INDONESIA

    Agung

  2. Betul harga jangan gila2an dinaikkan pendidikan dengan notebook murah dibutuhkan oleh masy Indonesia. Jika ada yg kesulitan cari notebook / laptop ya mampir ke kami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: