DERITA PENUNGGAK KARTU KREDIT DAN TIPS ALA KADARNYA

SENIN, 22 SEPTEMBER 2008 | Oleh Erma Dwi Kusumastuti
Apa yang terjadi ketika Anda mulai menunggak utang di kartu kredit? 
Menunggak 1-3 bulan
Lembar tagihan akan terus datang dengan bunga yang membuat utang makin membengkak. Telepon dari bagiancollection atau penagihan akan sering berdering di selular, telepon rumah dan kantor Anda. Bersiaplah dengan nada ketus (bahkan kadang kasar) dari para penagih yang bisa membuat Anda sakit hati. Kebanyakan orang memilih tidak mengangkat telepon atau mengatakan pada rekan dan orang di rumah bahwa Anda tidak ada di tempat. Begitu pula jika debt collector datang menagih ke rumah atau kantor. More article KOMPAS DOT COM

 

Artikel di Kompas ini masih memiliki 2 bagian lagi tentang ga enaknya jadi penunggak kartu kredit. Penulis potong agar pengunjung membaca langsung aja di Kompas dot com untuk menghormati Hak Cipta.
Tapi meski begitu, penulis juga ingin berbagi cerita. Seorang teman yang bernasib sial karna kartu kreditnya nunggak mengalami hal yang persis ditulis oleh Erma di Kompas dot com. Teror dan ancaman. Makanya penulis jadi nek banget kalau ngedenger promosi kartu kredit. Kesannya maniiiiiissss banget! Kayak buah semangka yang merah matang. Tapi begitu kita nunggak maka intimidasi ala preman dan debt collector sangar akan kita hadapi. Bulan madu dengan bank usai sudah. Intinya mereka cuma mau untung besar. Murah hati? Jangan mimpi hari gini ada bank bersikap murah hati dengan posisi kita sebagai penunggak. Yang ada adalah teror atau bayar!! Hehehehe…. kayak menghadapi koboi aja ya?
Makanya ketika beberapa hari lalu penulis tiba-tiba dikontak oleh sales promosi kartu kredit sebuah bank, langsung kata “nggak!! nggak!! nggak!!” meluncur tegas. Dirayu gimana-gimana tetap aja mantra “nggak” keluar terus-terusan.
Namun begitu, ada beberapa tips dan info yang pembaca perlu ketahui. Informasi ini penulis dapat dari temen yang menunggak kartu kredit, pengacara kartu kredit, serta beberapa info dunia penunggakan kredit yang biasa terjadi di antara pengusaha. Jadi, untuk memastikan info-info ini, silahkan konfirmasi ke beberapa pihak yang mungkin berkompeten dengan masalah ini seperti pengacara kartu kredit atau orang dalam bank yang punya posisi lumayan dan bertanggungjawab diurusan kredit-kreditan.
Tips menghadapai tagihan bank adalah :
1. Tebalkan telinga dan jangan dimasukan hati. Intinya kita harus tenang. Jangan Panik. Dengarkan saja apa yang mereka sampaikan meski dengan ancaman mencabut nyawa sekalipun. Ini hanya gertak sambal. Kalau mau jawab, kasih aja jawaban standar seperti “baik”, “terima kasih”. Jangan coba-coba mendebat. Tidak ada gunanya. Biar saja mereka bicara terus ditelpon, toh mereka sendiri yang ngebayar pulsanya. Pokoknya, emosi jangan terpancing. Koooolllll aja. Ingat, tetap lah ramah. Semakin ramah, anda semakin menang secara mental.
2. Tidak ada penyitaan. Bank tidak memiliki hak untuk mengambil barang anda tanpa seijin anda karna dalam perjanjian kartu kredit tidakdikenal adanya agunan atau jaminan barang. Jika ini terjadi, laporkan saja ke polisi sebagai pencurian, penggelapan, dan perampokan.  Karna si bank tahu aturan mainnya, jadi tidak mungkin muncul penyitaan barang anda.
3. Penawaran Solusi. Setelah pihak bank melakukan intimidasi, berikutnya mereka akan mengundang anda untuk datang membicarakan masalah kartu kredit. Di sini sikap bank mulai melunak dan membaik. Jangan takut. Siapkan saja diri anda untuk bernegosiasi. Berpikirlah bahwa posisi anda dengan bank sejajar. Anda tidak lebih rendah dari bank yang telah memberi kredit. Jadi, PD aja lagi. Bank gak akan berani ngapa-ngapain ke anda karna bank takut anda lari dan jelas bank berkepentingan uangnya balik sementara anda berkepentingan kredit menjadi lunas. Jadi, posisi anda dengan bank adalah 1:1. Dengarkan semua penawaran solusi. Kalau perlu, tanyakan lagi, “apakah masih ada solusi lain?”.
Sebaiknya anda tidak mengambil keputusan saat itu juga. Mintalah waktu untuk pikir-pikir. Berpikirlah dengan tenang di rumah dan mintalah nasehat ke lawyer (jika mampu).
Dalam keadaan seperti ini, posisi anda sebenarnya di atas angin. Bank membutuhkan uang anda, jadi anda bisa menawar solusi mereka dengan penawaran yang lebih menguntungkan anda.
Kabar baik akan menghampiri anda jika pihak bank sudah mulai mengeluarkan kata-kata “anda mampunya bayar berapa per bulan?”. Di sini, mulailah memainkan kartu truf dengan mengatakan “saya hanya mampu bayar cicilan per bulanya sekian (sesuai kemampuan anda, jadi pilih cicilan yang benar-benar tidak memberatkan anda)”.
Atau jika anda punya uang cukup untuk melunasi, mintalah diskon pembayaran kalau perlu hingga 60 persen dari total kewajiban bayar anda. Katakan, anda akan melunasi jika di diskon sekian persen. Dan… kuat-kuatlah ngotot…. ini kuncinya.
Di atas adalah tips ala kadarnya menghadapi tagihan bank. Semua ini tergantung kemampuan persuasif anda. Intinya, hutang memang tetap harus dibayar, tapi masalahnya adalah bagaimana cara pembayarannya dan bagaimana urusan bunga yang sering memberatkan itu bisa dikikis?
Menurut info seorang teman yang pernah berurusan dengan bank, sebenarnya bank yang kreditnya macet di sektor kartu kredit tidak mengalami kerugian apapun jika kita tidak membayar tagihan kartu kreditnya karna beban tagihan ini sudah diganti oleh sebuah perusahaan asuransi. Jadi, kalau tagihannya tidak terbayar sama sekali, bank tidak rugi karna sudah mendapatkan penggantian dari pihak asuransi.
Menurut pendapat penulis, info di atas kemungkinan benar. Tapi bisa juga bukan diganti oleh pihak asuransi, tapi bank telah menjual hak tagihnya ke pihak ketiga atau istilah hukumnya Cessie. Jadi, yang menagih bisa jadi bukan pihak bank langsung, tapi pihak ketiga yang telah membeli hak tagih dari bank. Nah, pihak inilah yang berkepentingan dengan duit kita.
Jadi, jangan cepat kegeeran kalau bank dengan muka manis durian menawarkan kartu kredit. Ukur diri sendiri. Jaman sekarang makan gengsi aja gak cukup.
Semoga info ini membantu.

10 Tanggapan

  1. Saran pak Zazuli cukup baik bila kita menunggak kartu kredit. Namun pertimbangkanlah hal berikut ini… bila kita menunggak pembayaran tagihan kartu , kita bisa bernegosiasi masalah pembayarannya dan kemungkinan besar kita bisa melunasi nya (asal ada niat melunasi saja). Namun ada satu hal yang sulit untuk dihapus yaitu kita telah tercatat dalam daftar hitam antar bank. Nah kalo udah begini kita ngajuin kredit lain sepert KKB, KPR, atau buka rekening giro bisa sangat sulit .

  2. Komentar mengenai tips yang ke 3 yaitu Penawaran Solusi sudah saya praktekkan namun Pihak Bank (BNI) malah mempersulit yaitu dengan mencicil sesuai dengan kemampuan namun hutang tidak akan pernah habis karena bunganya masih banyak katimbang hutang pokoknya. kita ditekan secara mental tidak ada kesempatan untuk pikir-pikir. Coba konfirmasi di bagian Card Center/Collection Bank BNI Cab. Kedungdoro (Surabaya), Mereka tidak lebih dari renternir/Lintah Darat yang diberi kuasa penuh, kita sudah hub. Phone Banking 031-295.9999 mereka sudah lepas tangan karena semuanya sudah menjadi wewenang Penuh Bagian Collection BNI. Kita serba salah jika kita ikuti Reschule, hutang tidak akan habis(Cicilan 300rb, Bunga 225 ribu+Pokok 75 Ribu), namun jika tidak ikut maka akan bunga berbunga akan bengkak setiap bulannya. Track record selama 3 tahun kita sangat baik limit 4 juta menjadi 20 juta, namun ketika kita di PHK tahun 2007, tahun 2008 kita masih lancar namun tahun 2009 macet solusi yang diberikan ibaratnya buah simalakama.

  3. saya punya 11 kartu kredit dari beberapa bank lokal dan 3 KTA . Kalau diitung-itung ada lebih dari 100 juta. Sejak ekonomi lesu di akhir tahu 2008, itulah kesempatan yg saya gunakan untuk “mengambil sikap keras” untuk tidak lagi membayar semua tagihan dari semua bank. Akibatnya selama 7-8 bulan ke belakang, yg namanya telepon, collector datang ke rumah saya & rumah ORTU (sbg referensi) sangat rajin; kadang dengan suara yg lemah lembut dan sering pula dengan suara yg menggelegar (asal tak melebihi suara halilintar). Bahkan ada juga seorang collector yg datang ke rumah hampir saya gebuki karena tdk sopan dan menantang. Setiap ada konfirmasi via telepon ataupun collector datang, saya selalu katakan: “Rasakan sekarang yaa..! selama ini kalian intimidasi nasabah2 lemah dg cara merampas harta benda dari dlm rumah mereka. Rasakan sekarang, kalian tak akan berhasil intimidasi saya. Sebaiknya kalian gigit jari saja dan berkhayallah tentang sejumlah uang yg seharusnya masuk ke kantong kalian. Selama 7-8 bulan itulah yg mereka lakukan dan itu ju pula yang saya lakukan kepada orang2 bank dan agencynya. Mungkin nasabah yang lagi pusing mau mencobanya…!

  4. Mo tanya Kalau bank daerah ngelink ga dengan bank lainnya antar pulau

  5. Maaf solusi itu kurang tepat karena mengajarkan untuk melalaikan kewajiban, padahal yang namanya hutang harus dibayar dan akan dimintai pertanggungjawabannya di dunia dan apalagi diakhirat akan lebih berat.

  6. nga usah di bayar kartu kriditnya kalo pailit, kita pailit bank dapat pengantian dari asuransi….hadapi aja dengan keras…pasti kapok tuh deb colektor2 yg juga senang ngemplang uang bank ,nga percaya…buktikan aja kita sdh buktikan

  7. deb colektor yg kurang ajar itu bukan dari bank tapi orang2 pihak ke 3 yg tdk ada hub dng bank,yg pada cari untung2an membeli file2 ke bank…hajar aja deb kolektor.kalo kolektor resmi bank biasanya sopan…tapi bila 3 bulan nga bisa bayar file2nya dibeli pihak ke tiga…jadi intinya pailit ya tidak usah dibayar..

    • jadi pusing niiihhh…saya jg sdg bermasalah sama cebt collector. masalahnya yg pake uang tuh bkn saya,tapi ayah saya yg memakai alamat saya.mulai dari tlp sampe debt collector datang.saya tau ,ayah saya lagi usaha ,jual tanah yg memang sengaja untuk byr hutang kartu kredit dan keperluan lain,dan mslhnya,beliau tdk bisa dihubungi krn tdk mendpt signal tlp.si debt collector tau,kalo bkn saya dan suami yg tertagih,tapi ngancam2 mau nyulik anak lah,mau bikin malu lah…saya hrs melapor dan minta bantuan kemana yaaa??????ga takut sih,tapi risi juga euy,udah digertak bgt…

  8. asuransi yg tiap bulan kita bayar itu…. apa fungsinya,ya untuk jaga2 kalo kita pailit atau bangkrut atau kematian..LUNAS deh

Tinggalkan Balasan